بحر العلوم

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Just your Environment of your life

Life make strong,,. make benefic for environment,. life in chherfull and fresh,..

Keep Dreaming!

With dreaming, you can get spirit of future.

When you dreaming

ketika kau yakin dengan apa yang kau inginkan. dan merasa kuat akan mimpi itu, kau akan temukan janji-janji indah yang sedang menantimu. meskipun sekarang kau tak bisa melihat janji0janji itu,.

Beraksi!

Berusahalah sebisa kamu! Give the best for the best result! Don't hopeless easily,.. :)

Diary Orangeku Part. 1

0 komentar

Aku duduk di kursi taman. Ku buka diary orange ku. Ku tulis sesuatu. Tak sadar, tiba-tiba sesok wajah tampan menghamburkan konsentrasiku. Menghilangkan semua kata-kata manisku. Aku terpesona. Aku tak  mampu menghindar darinya. Aku diam.
“hei,,! Ngapain kamu disini? Sendirian lagi!”
“hei,, eh,,, nggak,, aku nggak sendiri kok, kata siapa aku sendirian?” jawabku kaget, menghilangkan sedikit rasa nervousku.
“truz,, mana temanmu itu? Ke toilet? Toilet kan jauh dari sini, masa’ dia tega sih ninggalin kamu sendirian? Malam-malam begini lagi.”
“nggak kok, temenku ada di dekatku.”
“hah?? Mana?? Siapa?” tanyanya kaget sambil tengak-tengok kesana-kemari. “nggak ada gitu nee,,”
Aku terdiam sambil menahan tawa yang sudah hampir meledak.
“tuh dia,”
“mana?” dia menengok kesana-kemari, berharap ada sesosok orang disana. Tapi nihil! Bulu kudunya tiba-tiba berdiri. “mana sich?”
“tuch,” aku menunjuk buku orange ku sambil tetawa cengingisan.
“heeeaaa,,,,, kirain siapa,, merinding tau!”
“hahahaha,, masa’ cowok merinding sich? Iihh,,,”
“ah udah ah,, pulang yuk,,”
“ngapain di rumah? Mending aku disini ajah. Sepi, sunyi, tentram, abadi.” Kataku alay.
“hhhmmmm,, gitu yah? Beneran nih nggak mau pulank bareng? Mumpung gratis lo,.,,” dia melirik diary orange ku,, seakan-akan ingin tahu apa isi di dalamnya.
“Hiih,, emang aku cewek matre apa?”
 Srap! Aku kaget! Bukuku langsung di ambil tanpa ada aba-aba.
“hei!! Mana bukuku?? Kembalikan !!!”
Namun, usahaku sia-sia. Dia berhasil membawa lari diary kecilku. Akhirnya aku pulang dengan malas. Apa yang harus aku lakukan jika di benar-benar membaca seluruh diaryku? Apa yang akan terjadi? Ya Allah,, apa yang harus aku lakukan?tebersit rasa ke bingungan di hatiku.
###
“hmm,, apa ya isi buku kecil ini? Aku jadi penasaran.” Aku membuka lembar demi lembar buku orange itu. Tak kutemukan hal yang istimewa di dalamnya. Hanya seperti buku diary cewek biasa. Aku mulai malas dan mengantuk, tak tertarik untuk membuka halaman berikutnya. Akupun tertidur.
###
Pagi yang cerah. Warnai negeri ini dengan sejuta nikmat duniawi. Cahaya seakan menusuk-nusuk jendela kamarku, membangunkanku.
“huaaa,, hhmm,,, capek banget.” Aku terbangun. Kuraba buku kecilku di bawah bantal. Tidak ada. Aku bingung, aku nggak mungkin meninggalkannya di tempat lain.
“aduch,,, diman sich?” ku lirik kanan kiri. Aku putar-putar  kepala, berkonsentrasi memperhatikan seisi kamarku. Tak ada!
“fiuhh,,” kucoba tenangkan fikiranku. Ku rebahkan diri di kasur. Ku pejamkan mata perlahan.
“astaghfirullohal adzim,,,, Aldi! Bukuku di bawa Aldi tadi malam. Gawat! Aku harus bagaimana?”
Aku teranjak dari kasur. Berputar-butar layaknya orang linglung. Kupikirkan segala cara untuk mendapatkan diary orangeku kembali.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah Aldi.

Wanita

0 komentar

Cuaa-cuap byar!!

0 komentar

Ketika asa adalah sebuah bencana
hati ini hanya derita
Yang tiada kunjung jua
Mencoba merangkak di kehidupan yang kelam
Tuk gapai cinta yang terindah
Hanya harapan yang tak terarah
Mengasah pisau daging
Mengasah otak bodoh
Bahkan mengasah dinding persahabatan
Mencoba tuk raih mimpi dan harapan
Tapi, apa jua tak sanggup
Tak mampu
Tak ingin lari
Kecewa
Berpisah dari amanah pahitmu
Aku coba tuk lepas penat di hatiku
Namun, apalah dayaku,
Jika memang Dia tak berkehendak
Lalu apa yang bisa aku perbuat
Jika Dia tak mengizinkan,
Apalah daya arti usaha
Mencoba buka tabir keindahan
Menajamkan fikiran
Apalah yang terjadi
Ku gores tinta tuk hiasi hari
Mencoba usaha
Tuk arti sebuah kebebasan
Tuk arti sebuah kejayaan
Ku cari lembaran-lembaran kusam
Tak kutemukan
Ku gapai bintang biru di sudut almari
Kubuka
Indah nian
Elok nian rupanya
Namun, tangan ini terasa pedas
Aku menyobeknya
Ku buang jauh-jauh
Lembaran yang telah buatku hancur
Sakit hati…

Aku mencintaimu,,
Aku menyayangimu dengan sepenuh hatiku,..
Kau tahu,,
Kau takkan pernah mengetahuinya,,
Karna akan ku simpan perasaan ini dalam-dalam
Jauh di lubuk hatiku yang terdalam,,
Aku sudah terlanjur kecewa denganmu,,
Tapi, tanpamu, aku bukan apa-apa
Kau adalah pengisi ruang kecil yang kosong di lubuk hatiku,,
Sayang, kau hanyalah seorang sahabatku,..
Aku  tak ingin mengotori kesucian persahabatan ini,,
Bukan sahabat jadi cinta,,
Melainkan cinta seorang sahabat yang tiada duanya.