Ketika asa adalah sebuah bencana
hati ini hanya derita
Yang tiada kunjung jua
Mencoba merangkak di kehidupan yang kelam
Tuk gapai cinta yang terindah
Hanya harapan yang tak terarah
Mengasah pisau daging
Mengasah otak bodoh
Bahkan mengasah dinding persahabatan
Mencoba tuk raih mimpi dan harapan
Tapi, apa jua tak sanggup
Tak mampu
Tak ingin lari
Kecewa
Berpisah dari amanah pahitmu
Aku coba tuk lepas penat di hatiku
Namun, apalah dayaku,
Jika memang Dia tak berkehendak
Lalu apa yang bisa aku perbuat
Jika Dia tak mengizinkan,
Apalah daya arti usaha
Mencoba buka tabir keindahan
Menajamkan fikiran
Apalah yang terjadi
Ku gores tinta tuk hiasi hari
Mencoba usaha
Tuk arti sebuah kebebasan
Tuk arti sebuah kejayaan
Ku cari lembaran-lembaran kusam
Tak kutemukan
Ku gapai bintang biru di sudut almari
Kubuka
Indah nian
Elok nian rupanya
Namun, tangan ini terasa pedas
Aku menyobeknya
Ku buang jauh-jauh
Lembaran yang telah buatku hancur
Sakit hati…
Aku mencintaimu,,
Aku menyayangimu dengan sepenuh hatiku,..
Kau tahu,,
Kau takkan pernah mengetahuinya,,
Karna akan ku simpan perasaan ini dalam-dalam
Jauh di lubuk hatiku yang terdalam,,
Aku sudah terlanjur kecewa denganmu,,
Tapi, tanpamu, aku bukan apa-apa
Kau adalah pengisi ruang kecil yang kosong di lubuk hatiku,,
Sayang, kau hanyalah seorang sahabatku,..
Aku tak ingin mengotori kesucian persahabatan ini,,
Bukan sahabat jadi cinta,,
Melainkan cinta seorang sahabat yang tiada duanya.





0 komentar:
Posting Komentar