Bibir ini membentuk perahu
lucu sekali,
kebahagiaan terpancar
pada tiap urat yang terlukiskan
gema di hati
menggebu-nggebu
membuncang segala rasa dan asa
aku tak berdaya
ketika semua itu muncul
impian,
cita-cita,
meraka datang,
bersama setitik cahaya putih
dari gelutan hutan penuh duri
semua yang ku rasa
dalam hati
berkarbonasi pada sgala ilusi
melepaskan karbon-karbon keraguan
mengoksidasi oksigen kegembiraan
mereduksi sgala kepenatan
Logaritma kehidupanku slalu berputar
menitih,
mencari pangkat tertinggi sebuah mimpi
keceriaan yang berinterferensi
menyatu dalam monokromatik yang abadi..
dengarlah aku,,
suara hati ini memanggil namamu,.. ^_^






0 komentar:
Posting Komentar