dikala senja itu datang,
aku tak mampu menolak berotasinya waktu,.
dikala jalanku mulai tertapak,
ingin aku sampaikan setitik untaian kata di hatiku,
aku tak bisa mengungkapkan semua ini padamu,.
karna ku tahu sakitnya sebuah perpisahan,
aku tak bisa mengungkapkan rasa ini
karna ada satir yang terus menjaga hatiku,,
aku takut merasakan semua ini..
aku tak tahu tindakan apa yang lebih bijak
yang bisa aku lakukan padamu,.
mungkin,,
kau kecewa padaku,.
membenci sikapku yang seperti ini,.
menyesal telah mngenal diriku,.
mungkin,
kau selalu bertanya-tanya,
apa mauku?
apakah aku juga mencintaimu?
maaf,..
hanya serangkaian kata maaf yang benar-benar aku suarakan untukmu,.
maaf,.
aku memang selalu membebanimu,.
memaksa masuk ke dalam anganmu,.
tapi maaf,.
bayangmu juga selalu hadir di qalbuku,.
sekarang,.
kebebasan itu ada pada dirimu,.
entah kau memilih yang lain atau tidak,
terserah pada hatimu,.
disini,..
aku akan mencoba menutup kembali
pintu rumah jiwaku,
memaksanya benar-benar tertutup,.
sehingga aku bisa menemukan waktu yang sangat indah
untuk membukanya kembali,.
entah kepada siapa yang teah dituliskan di laukh mahfudz,.
cinta,
sekarang kau bisa pergi,.
namun kasih sayangmu,
takkan pernah kupaksa pergi dari anganku,.
karna aku sangat menyayangimu,..





0 komentar:
Posting Komentar